Sajak Terbaik ROQS 2012

TEMPAT PERTAMA

Masihkah kalian ingat,
Detik-detik yang begitu menyayat hati,
Masihkah kalian ingat,
Serangan demi serangan yang begitu mengguris harga diri,
Peristiwa pembakaran Al-Aqsa 21 Ogos 1969
Peristiwa Nakbah 15 Mei 1948
Peristiwa Sabra dan Shatila 16 September 1982
Lalu tanah mana lagi ingin kau tumpahkan merahnya darah perjuangan?

Masih segar di ingatan,
Wajah kanak-kanak Palestin yang jernih di bawa pergi,
Masih segar di ingatan,
Kata-kata angkuh sang durjana musuh abadi,
Masih segar di ingatan,
Syaitan….! bengis takutkan mati..

Atas nama kebenaran meraka berbohong,
Atas nama hak asasi mereka memperolok,
Atas nama kebaikan mereka mengongkong,
Hey..! Serigala berbulu domba dusta,
Kami tahu semua janji-janji itu palsu,
Kami tahu kalianlah penganiaya,
Kami sedar perdamaian ini hanya reka semata-mata,
Kami tahu semua itu..kami tahu
Memang kalianlah pencetusnya..

Masih terngiang-ngiang jeritan tangisan kanak Palestin,
Ayaaah..! kata mereka engkau penjahat,
Tapi engkau bukan penjahat..
Ibuuu…! Aku melihat air matamu setiap pagi,
Adakah Palestin tidak berhak di beri penghormatan?
Oh ayah, Dimanakah kau ayah?
Pulangkan ayahku, pulangkan ayahku
Mana, mana hari kehancuran Yahudi laknatullah?
Dimana hari kemenangan kaum muslimin?
Oooh! malulah kalian, malulah kalian, MALULAH KALIAN!

Tanah itu masih di jajah,
Sayup-sayup kedengaran seruan mahupun jeritan,
Tolooong~ Aah! itu bukan urusanku..
Tolooong~ Aah! itu bukan bangsaku..
Tolooong~ Aah! menyusahkan sajalah..

Suara itu, jeritan itu, tangisan itu…
Sudah tidak bermakna lagi gamaknya…
Jika dulu Al-Quds jatuh ke tangan Solahuddin Al-Ayubi pada 27 Rejab
Tapi kini…Ya,Solahuddin? Dimanakah kau Solahuddin?
Masih adakah pewarismu?
Kau? Kau? Ha..ataupun kau?
Aku?.. Ya aku Solahuddin,
Tapi, aku Solahuddin vandalisme,
Aku Solahuddin sekularisme,
Aku Solahuddin hedonisme,
Aku Solahuddin liberalisma…

Tanah itu masih dijajah,
Ya, tanah suci itu
Namun hati mereka tidak pernah sesekali patah,
Menyerah kalah,
Bahkan senyuman terukir di wajah..
Bangkitlah,
Bangkitlah bagi mereka yang masih di ulit mimpi,
Jangan kita hanya menjadi seorang pemerhati,
Kejayaan semakin menghampiri,
Kemenangan di genggaman pasti,
Tanah ini,bumi ini menjadi saksi,
Dihadapan Allah nanti menjadi bukti,
Biar mampu berdiri di hadapan sekalian nabi,
Ayuh kita menjadi pewaris Solahuddin Al-Ayubi..

Karya: Amrah Zamani (Mu’tah)

TEMPAT KEDUA

Tika fajar menyinsing,
sinar mentari gah memancar,
saat 27 Rejab 583 hijrah,
panji-panji islam ditegakkan,
gemaan Allahu Akbar diagungkan,
tanda kemenangan digenggaman,
dengan izin tuhan yang Esa,
di tangan seorang pahlawan yang berani,
pejuang kemanusiaan,penegak kebenaran,
dialah Salahuddin al Ayubi.


Namun
Baitul Maqdis ingin dijajah kembali,
oleh Yahudi laknatullah,
masihkah ada lagi?
pewaris Salahuddin,
masihkah ada lagi?
pewaris yang ingin berjuang,
dengan pedang cinta,
menghunus kasih sayang,
dan bukan dengan kebencian,
bukan jua dengan keganasan.

Wahai pewaris Salahuddin,
bangunlah dari lena yang panjang,
kau buktikanlah dengan merubah dirimu,
berubah dan lakukanlah perubahan,
menyingkir segala noda hitam,
menyuci jiwa,
membersih segala kekotoran,
demi Tuhan yang mencintai ,
jihad hambaNYA,
hanya satu kalimah yang menjadi pegangan,
Lailaha illallah buat pedoman.


Ayuh,
bangkitlah wahai pewaris Salahuddin al Ayubi,
tinggalkanlah rasa kecintaanmu kepada dunia,
yang hanya sementara,
tanamlah semangat jihadmu,
kembalikanlah sinar kegemilangan Islam,
Sungguh,
dunia amat menantikan kehadiramnu,
pahlawah seteguh Salahuddin,
dan kau perlu tahu,
sesungguhnya Islam cukup yakin,
percaya jalan pegangan cintamu,
jalan cinta,
hanya CINTA,
cinta ISLAM..

Karya : Nasirah Noor binti Osman (Mafraq)



TEMPAT KETIGA

Buat anak remajaku,
Ayuh sama-sama kita didik diri.
Tanamkan dalam diri.
Diri kita bukan milik kita.
Diri kita milik Allah.
Milik perjuangan suci ini.

Indahnya jika kamu mengerti.
Indahnya jika kamu ingin sama-sama
Merubah diri
Ke arah..
Menjadi seorang Salahuddin Al Ayubi.

Syababku.
Gagahkanlah dirimu.
Kuatkan dirimu
Engkau susuk tubuh seorang lelaki
Jiwamu harus kental.
Harus kuat, tabah.

Dirimu milik Islam.
Tolonglah..
Fikirkan untuk Islam
Aku mencari ‘dia’
Susuk tubuh Salahuddin Al Ayubi..

Luangkan masamu
Mendidik dirimu
Mencintai jihad
Bukannya mencintai dunia yang fana ini…

Pemudaku..
Aku rindu ‘dia’
Salahuddin Al Ayubi..
Tolonglah..
Didik dirimu
Pemuda acuan al quran
Pemuda acuan madrasah Rasul
Pemuda…
‘Salahuddin Al Ayubi..’

Ya Allah.. makbulkan doaku.
Hadirkan generasi Salahuddin Al Ayubi di akhir zaman ini
Yang bisa berjuang
Membebaskan kembali
Bumi Al quds tercinta.

Allahuakbar..
Allahuakbar..

Sabar Al Quds ku sayang
Salahuddin Al Ayubi pasti kembali

Pastiiiii.. kembali..
Allah…

Karya: Nur Nasuha Abdul Rahman (Irbid)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s